Hantu hitam πŸ‘»

 Entah sudah malam keberapa

Rasa sesaknya masih selalu sama, aku sudah berjalan berlari bahkan kadang berlari dengan sangat kencang malahan. Banyak yang datang mencoba bertaruh perasaan, bagaimana dengan aku? Ya mencobanyalah karena menunggumu hanya seperti menunggu batu berbicara mustahil adanya, tapi ternyata tempatmu? kamu tetap ada. 

Hantu hitam,

Yang paling aku sayang, yang memilih pergi padahal sudah sangat aku “gemateni”. Rasa sakitnya tidak terlalu terasa kadang hambar yang tersisa. Benar kata pepayah menahan dia yang ingin pergi, memang tidak boleh dilakukan begitupun aku yang pagi itu mengabulkan keinginannya untuk pergi.

Aku menulis ini, 

Entah sudah seperti apa si hantu hitam kini,

Tidak pernah aku lihat lagi bayangan dan bentuknya.

Bagiku dia masih hantu hitam gempal seperti dulu.

Banyak yang bertanya, apa yang dilihat darinya sedang ia tidak lebih indah dari seorang “pulu - pulu” berfollower ratusan yang selalu menikmati pujian dari semua perempuan.

Tapi aku berani bertaruh,

Jika yang melihatmu “dengan caraku melihat” bahkan didunia ini sekalipun pastinya hanya satu dan itu AKU

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAHAT

Dermaga πŸ›₯️