Postingan

JAHAT

 2 tahun berlalu sejak itu hidup sudah lebih baik tanpa kamu, hampir lupa dengan wajahmu yang kuingat masih tinggi besar gempal seperti dulu Januari 2024 terakhir kali bertemu, kamu masihi baik meski tidak segagah dahulu Hari itu aku lihat banyak duka, tapi sadar akan posisiku harus menjauh seperti yang kamu mau meski entah luka apa yang ada didalam aku lihat jelas diwajahmu malam itu, kamu bercerita panjang lebar menceritakan perasaan kehilangan abangmu malam ini, aku sibuk memperhatikan seluruh luka yang ada tapi aku tidak mau bertanya, sadar akan posisi mantan yang aku sandang sekali lagi aku tidak mau  berlebihan..... Aku tidak tau lagi kabarmu yang aku selalu amini mungkin kamu bahagia seperti biasanya Juni saat blog ini dibuat rasa rinduku datang menghujam entah apa yang terjadi padamu aku masih rindu ku tulis semua dalam blog ini, Jul 2024, ku dengar kau sakit disana. Seperti biasa aku pikir kau akan kuat tampaknya,  Akhir Juli pesan berantai itu datang mimpi buruk...

Dermaga πŸ›₯️

Buih dilaut banyak sekali Tapi perlahan lenyap dan pergi Nelayan juga hadir dilaut ini Tapi mereka juga kembali Riuh ombak selalu aku lalui Masih banyak karang yang menghadang Adapula ikan yang selalu menghiasi hari Tapi masih sanggup aku terjang Dermaga kita sudah usang Tidak lagi ada kamu atau aku yang datang Kokoh kapal mu tak pernah ku lihat lagi Tapi kulindungi kamu dikejauhan dengan doa ini Ditengah berlayarnya kapalku yg megah  Sering aku lalui amukan ombak di laut ini Aku kadang teringat olehmu Apakah kamu sedang menepi atau berlayar sendiri Aku tau kapalmu terlalu kuat  Tapi aku masih takut tidak ada lagi yg memelukmu hangat Akulah kapal yang masih berlayar Banyak tujuan dengan berbagai radar Memutar arah agar tak menganggumu lagi Akulah kapal tanpa dermaga Jika memang kita tidak akan bertemu dilaut ini Akan ku pinta kau sekali lagi Disurga nanti

Hantu hitam πŸ‘»

 Entah sudah malam keberapa Rasa sesaknya masih selalu sama, aku sudah berjalan berlari bahkan kadang berlari dengan sangat kencang malahan. Banyak yang datang mencoba bertaruh perasaan, bagaimana dengan aku? Ya mencobanyalah karena menunggumu hanya seperti menunggu batu berbicara mustahil adanya, tapi ternyata tempatmu? kamu tetap ada.  Hantu hitam, Yang paling aku sayang, yang memilih pergi padahal sudah sangat aku “gemateni”. Rasa sakitnya tidak terlalu terasa kadang hambar yang tersisa. Benar kata pepayah menahan dia yang ingin pergi, memang tidak boleh dilakukan begitupun aku yang pagi itu mengabulkan keinginannya untuk pergi. Aku menulis ini,  Entah sudah seperti apa si hantu hitam kini, Tidak pernah aku lihat lagi bayangan dan bentuknya. Bagiku dia masih hantu hitam gempal seperti dulu. Banyak yang bertanya, apa yang dilihat darinya sedang ia tidak lebih indah dari seorang “pulu - pulu” berfollower ratusan yang selalu menikmati pujian dari semua perempuan. Tapi aku...